Perjalanan Ziarah dan Wisata Sejarah Yayasan Al Amin dengan Nyaman Bersama RAFA TOUR
Di pagi hari yang penuh semangat, rombongan Yayasan Al Amin berkumpul di halaman yayasan. Sebanyak 9 unit bus MSM Asyrof yang megah sudah bersiap mengantar para peserta yang akan melakukan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, kemudian melanjutkan kunjungan ke Linggarjati. Tak lupa, perjalanan ini juga diisi dengan kegiatan kuliner di Empal Gentong yang legendaris dan berakhir dengan berbelanja oleh-oleh di CM7.
Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
Pukul 6 pagi, rombongan berangkat dengan diiringi doa bersama, memohon keselamatan dan keberkahan selama perjalanan. Suasana di dalam bus begitu hangat, dengan shalawat dan lantunan dzikir dari para peserta yang menambah kekhusyukan. Perjalanan dari Yayasan Al Amin menuju Cirebon ditempuh selama beberapa jam, namun tak terasa lama karena kebersamaan dan semangat ziarah yang menggebu.
Sesampainya di Cirebon, rombongan langsung menuju kompleks makam Sunan Gunung Jati, salah satu wali songo yang berperan besar dalam menyebarkan Islam di Jawa Barat. Di bawah bimbingan ustaz, mereka berziarah dan memanjatkan doa, mengingatkan diri akan perjuangan dakwah Sunan Gunung Jati. Para peserta dengan khusyuk membaca tahlil, bershalawat, dan memanjatkan doa, berharap mendapatkan keberkahan dari perjalanan spiritual ini.
Kunjungan ke Linggarjati
Setelah selesai ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Linggarjati, sebuah tempat bersejarah di mana Perjanjian Linggarjati antara Indonesia dan Belanda pernah terjadi pada tahun 1946. Dengan bus MSM Asyrof yang nyaman, perjalanan menuju Linggarjati diisi dengan ceramah ringan mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sesampainya di Linggarjati, peserta disambut oleh pemandu wisata yang memberikan penjelasan mendalam tentang arti penting perjanjian tersebut dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Mereka mengunjungi bangunan bersejarah yang masih terawat, tempat di mana para tokoh bangsa bertemu untuk memperjuangkan kedaulatan Indonesia. Kunjungan ini menambah wawasan peserta tentang sejarah bangsa dan perjuangan para pahlawan.
Makan Sore di Empal Gentong
Setelah puas belajar dan mengunjungi tempat bersejarah, rombongan Yayasan Al Amin beranjak untuk makan siang di salah satu restoran khas Cirebon, Empal Gentong. Menu legendaris ini terdiri dari daging sapi yang dimasak dalam gentong tanah liat dengan kuah santan yang gurih. Peserta menikmati hidangan lezat ini dengan penuh antusias, sambil bersenda gurau dan berbagi kesan selama perjalanan. Empal Gentong menjadi pelengkap sempurna untuk melepas lelah setelah kunjungan sejarah yang penuh makna.
Belanja Oleh-oleh di CM7
Sebelum kembali ke tempat asal, perjalanan belum lengkap tanpa membeli oleh-oleh khas Cirebon. Rombongan kemudian mengunjungi CM7, pusat oleh-oleh terkenal di Cirebon. Di sana, peserta memilih berbagai macam makanan khas seperti kerupuk melarat, sirup tjampolay, terasi udang, dan aneka camilan lainnya. Suasana di CM7 penuh keceriaan, dengan peserta yang asyik memilih oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
Kembali ke Yayasan
Menjelang sore, setelah puas berbelanja dan bersantai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan pulang. Di dalam bus, suasana tetap penuh kebersamaan dengan lantunan shalawat dan cerita-cerita ringan di antara peserta. Setibanya di Yayasan Al Amin pada malam hari, mereka menutup hari dengan doa bersama, mengucapkan syukur atas kelancaran dan keberkahan selama perjalanan.
Perjalanan ziarah, kunjungan sejarah, dan wisata kuliner ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh peserta Yayasan Al Amin. Tidak hanya memperdalam keimanan melalui ziarah, mereka juga belajar tentang sejarah bangsa dan menikmati kekayaan kuliner serta budaya lokal yang ada di Cirebon.